Oleh: Anday | April 12, 2011

HIDUP = SURVIVE

Hidup penuh dengan kesulitan. Bukan pada itu kita menyerah. Karena kuncinya ada pada kemauan kita. Maukah kita untuk berdiri dan mengejar impian kita? pembentukan sifat pribadi pantang menyerah dan tangguh ini adalah berawal dari sifat optimisme yang menyelimuti pola pikir seseorang.

Pribadi pantang menyerah (tangguh) adalah tidak lain sebutan bagi pribadi yang tidak merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadinya menganggap sesuatu yang terjadi itu dari segi positifnya.
Menyikapi keadaan seperti saat ini, kita seharusnya tidak menjadi pesimis dan berserah diri. Kita harus optimis dan selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik dalam hidup ini. Sehingga untuk menjadikan pribadi pantang menyerah dan tangguh ini, maka dalam diri kita harus tertanam sikap optimis, berpikir positif, dan percaya diri.

Setiap manusia harus memiliki optimisme dalam menjalani kehidupan ini. Dengan sikap optimis, langkah kita akan tegar menghadapi setiap cobaan dan menatap masa depan penuh dengan keyakinan terhadap Sang Pencipta. Karena garis kehidupan setiap manusia sudah ditentukan-Nya. Tugas kita adalah hanya berusaha, berpikir dan berdoa.

Setelah kita mampu bersikap optimis, lalu pola pikir kita juga harus dibiasakan berpikir secara positif dan percaya diri. Berpikir positif kepada siapa? Pertama, berpikir positif kepada Tuhan. Setiap kejadian, peristiwa dan fenomena kehidupan ini pasti ada sebab musababnya. Tugas kita, hanya berpikir dan membaca. Ada apa dibalik semua itu? Lalu, kita mengambil pelajaran dari kejadian itu dan selanjutnya mengamalkan yang baiknya dalam perilaku keseharian.

Kedua, berpikir positif terhadap diri sendiri. Setiap manusia, dilahirkan sebagai pribadi yang unik. Karena bagaimanapun wajah dan sifat kita mirip dengan orang lain. Tapi, yang jelas ada saja perbedaan antara keduanya.

Sifat dan pribadi unik itu, harus kita jaga. Itu adalah potensi positif, modal dasar untuk mencapai keleluasaan langkah kita . Bagaimana orang lain akan menjunjung kita, kalau diri kita sendiri meremehkan dan tidak ‘mengangkatnya’.

Selain itu, kita juga harus yakin bahwa kita dilahirkan ke dunia ini sebagai sang juara, the best. Fakta membuktikan, dari berjuta-juta sel sperma yang disemprotkan Bapak kita, tetapi ternyata yang mampu menembus dinding telur Ibu kita dan dibuahi, hanya satu. Itulah kita, ‘sang juara’. Hal ini, kalau kita sadari akan menjadi sebuah motivasi luar biasa dalam menjalani hidup ini.

Ketiga, berpikir positif pada orang lain. Orang lain itu, manusia biasa sama dengan kita. Dia mempunyai kesalahan dan kekhilafan. Yang tentu hati nuraninya tidak menghendakinya. Pandanglah, orang lain itu dari sisi positifnya saja dan menerima sisi negatifnya sebagai pelajaran bagi kita.

Belajarlah dari seekor burung Garuda. Ia mengajarkan anaknya untuk terbang dari tempat yang tinggi dan menjatuhkannya. Lalu jatuh, diangkat lagi dan seterusnya sampai ia bisa terbang sendiri. Hati Garuda juga bersih, tidak mendendam. Ia kalau waktunya bermain ‘cakar-cakaran’. Tapi, kalau diluar itu ia akur, damai kembali.

Keempat, berpikir positif pada waktu. Setiap manusia diberi waktu yang sama, dimana pun dia berada. Sebanyak 24 jam sehari atau 86.400 detik sehari. Waktu itu, ingin kita apakan? Kita gunakan untuk tidur seharian, kerja keras, mengeluh, berdemontrasi, bergunjing, santai, menuntut ilmu, menolong orang lain, melamun, ibadah, dan lainnya. Waktu itu tidak akan protes.

Yang jelas, setiap detik hidup kita akan diminta pertanggung jawabannya kelak, di hadapan Allah SWT. Bagi mereka yang biasa mengisi waktunya dengan amal-amalan saleh dan berada dalam keimanan, maka ia akan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Allah berfirman, yang artinya: “Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan beriman, niscaya Kami hidupkan dia dengan kehidupan yang baik dan Kami balasi mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Untuk memaksimalkan sikap positif pada diri seseorang, lebih-lebih sebagai pembentuk pribadi yang pantang menyerah, tangguh, ‘tahan banting’, sabar dan istiqomah pada jalan-Nya. Tentu perlu dibagun pula dengan kebiasaan positif.
Permasalahan yang sangat kompleks sekalipun yang sedang dihadapi pasti memiliki jalan keluar. Kunci utamanya adalah kita hanya harus open mind, membuka dan melebarkan pemikiran kita. Ketika dalam sebuah permasalahan ternyata logika tidak dapat bekerja, gunakanlah lateral thinking yang dimiliki. Oleh sebab itu tidak ada kata menyerah dan putus asa sehingga kesuksesan bisa kita raih, positif thinking dan positif thinking… Rahasia untuk sukses adalah bagaimana mengetahui yang orang lain tidak ketahui. Bahkan seorang joko susilo pun melakukannya, lebih dulu memasuki yang orang lain belum sempat menyadari, sehingga sekarang dapat memetik keberhasilan dalam bisnis di internet. Intinya bagaimana potensi besar yang dimiliki oleh setiap manusia dapat tergali dan lebih diberdayakan guna mencapai tjuan yang bermanfaat serta kesuksesan.

Jalan itu licin dan menggelincirkan. Satu kakiku terpeleset di atasnya, menendang kaki lainnya keluar dari jalur. Namun aku kembali tegak dan berkata kepada diriku sendiri, “Itu cuma terpeleset dan aku bukan jatuh“.

Oleh: Anday | Desember 27, 2010

Keunggulan Galaxy Tab

Keunggulan Galaxy Tab di banding iPad adalah dua buah kamera untuk memotret dan konferensi video. Pada bagian belakang memiliki resolusi 3,2 megapiksel, menjadikan gadget futuristik Samsung ini sebagai kamera digital dengan bidang bidik yang lebar dan besar. Sementara itu, kamera konferensi video pada bagian depan dengan resolusi lebih rendah menjadikan Galaxy Tab perangkat mengasyikkan bertatap muka dengan lawan bicara dimana saja.
Kelebiha lain yang ditawarkan adalah kemampuannya untuk menayangkan video definisi tinggi secara utuh (1080p) dan mampu langsung menayangkan video digital dalam format .mkv (kompresi video dan format BluRay atau HD Video) tanpa penambahan aplikasi atau codec.
Dilengkapi rongga SD Micro sampai kapasitas 32 GB dan memori internal 16 GB (atau 32 GB), Galaxy Tab menjadi perangkat menyenangkan untuk dibawa ke mana-mana. Ukuran layarnya terasa sesuai bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi membawa produk ini adalah pilihan menarik di luar iPad yang lebih berat mencapai 730 gram, kehadiran Galaxy Tab adalah permulaan era komputer tablet yang bersaing dengan menghadirkan beragam fitur, aplikasi, perangkat keras dan harga yang kompetitif.

Oleh: Anday | Desember 27, 2010

Dua puluh lima tahun yang lalu (part 3)

Part 3

10 tahun yang lalu,
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku.
Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu
sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan
hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya.
“Biar cantik kalo kere ya kelaut aje.” Mungkin itu
kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang
sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga.

“Sabar ya, Nak!” hiburku.
“Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak diganggu!”
pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku maafkan
bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam
hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari
kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu
sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia
tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena
sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.

7 tahun yang lalu,
Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania,
istriku, kembali menemui pikiranku. Sudah
bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin
bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan
rindu untuknya. Dan itu pula yang membuat aku takut.
Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke
Malaysia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang
cuma lulusan SMP. Haruskah aku melepasnya karena
alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku
mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia
berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung
untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku
kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Seperti
waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk
menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku
baik-baik saja.

4 tahun lalu,
Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir
tiga tahun dia di sana. Dia bekerja sebagai seorang
pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak
suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya
tak pernah siratkan sinar baik. Dia juga dikenal suka
perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang
keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Karena
akhir-akhir ini dia sering diganggu. Lebaran tahun ini
dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari
suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu
menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku
jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang
baik usahakan untuk salat tahajjud. Tak perlu
memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan
Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat
hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih
pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.

Oleh: Anday | Desember 27, 2010

Dua puluh lima tahun yang lalu (Part 2)

Part 2

17 Tahun yang lalu

Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di
jalan. Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut,
Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku tidak tahu
bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan
bola di tas sekolahnya. Yang aku tahu, hari itu hari
sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari sekolah.
Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang
jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah
jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku
mengalahkan kehati-hatianku dan “Iyaaaa”. Sebuah truk
pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya
berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua
kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini.
Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki,
bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar
barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat
Kania menangis sedih, bibir cuma berkata “Coba kalau
kamu tak belikan ia bola!”

15 tahun yang lalu,
Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang
pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan
menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh
dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa
membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit
kepala makanya cepat marah. Perabotan rumah yang bisa
dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa>
waktu Kania hendak mencari ke luar negeri. Dia ingin
penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan
Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap
pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi
ke Malaysia.

13 tahun yang lalu,
Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku
sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu
tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang
untuk Kamila masuk SMP. Anakku memang pintar dia
loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala
keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan
sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan
yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku miris,
menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh
remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi
keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi
aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila
hidup tegar.

Oleh: Anday | Desember 27, 2010

Dua puluh lima tahun yang lalu . . .

Part 1

25 tahun yang lalu,
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan.
Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya
kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali
hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami
selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan
istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku
masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau
hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat
abad dan Kania di bawahku. Cita-cita kami sederhana,
ingin hidup bahagia.

22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya
makan keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku
sudah punya momongan. Seorang putri, kunamai ia
Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan
sempurna, maksudku kaya akan budi baik hingga dia
tampak sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena
ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak dijenguk
kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa
terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania
tak mau menerima kami. Ya sudahlah. Aku tak berhak
untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya
yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.

19 tahun yang lalu,
Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang
berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja
ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak
“Horeee, Iya bisa terbang”. Begitulah dia memanggil
namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah
seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak
jarang berteriak, “Iya sayaaang,” jika sudah terdengar
suara “Prang”. Itu artinya, ada yang pecah, bisa vas
bunga, gelas, piring, atau meja kaca. Terakhir cermin
rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat
tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya
terpental. Dan dia cuma bilang “Kenapa semua kaca di
rumah ini selalu pecah, Ma?”

18 tahun yang lalu,
Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih
awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu.
Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania
tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy
apalagi jadi pemain bola seperti yang sering
diucapkannya. “Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi
pemain bola!” tapi aku tidak suka dia menangis terus
minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling
tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan
seperti yang sudah kuduga, dia bersorak kegirangan
waktu kutunjukkan bola itu. “Horee, Iya jadi pemain bola”.(bersambung..)

Oleh: Anday | Januari 4, 2010

Goes to Lampung

Senja mulai datang tak pelak hujan pun menyertai hari ini dalam kegelapan awan hitam yang menyelimuti sore dikala itu. Beberapa hari yang lalu kita sepakat untuk pergi liburan bersama sobat kantor ke Lampung.
Tepat pukul 21.00 wib kita berangkat menggunakan mobil kawanku “Ade” kawan-kawan memanggilnya……, malam itu hujan belum juga reda malah semakin deras dan kebetulan macet juga. Sesampainya di kapal feri kawan-kawan mulai merasa lelah perjalanan dan sisa tenaga setelah seharian kita bekerja, tak luput dari penglihatan para penumpang juga terlihat bergeletakan menggelar alas tidur seadanya, tikar maupun koran bekas pun dipakai sebagai alas tidur malam itu.
Setelah 2 setengah jam dilautan kapal pun merapat ditandai dengan suara sirine kapal menandakan perjalanan dari Merak – Bakauheni telah sampai, perjalanan darat mulai kembali dan sampai di pasir putih masih gelap kebetulan menjelang subuh kita istirahat sejenak. Pagi itu sampai di kediaman kawanku, nasi uduk tercium merasuk hidung sobat-sobat yg sama-sama belon pada mandi, sikaaaat……. terdengar jerit si “Ade” dilahapnya, ehmm kenyang deh.
Hari pertama di lampung tanpa istirahat rombongan sepakat untuk melihat-lihat alam lampung yg memang baru dikunjungi. Nah sampailah di sebuah pantai yang sepi . . . . . . ., sejenak sebahagian dari kita lelap tertidur karena letih yang tertahan, aku pun lelah namun melihat pantai yg begitu indah, begitu nyaman, tenang…… langsung kulemparkan baju dan celana, byuuur . . .asiiin… ya iyalaah air laut gitu looh… celoteh si Pur, kawanku.

Terik matahari menandai siang, lapar membawa insting tuk makan bakso Son Haji, bakso terkenal di kota lampung katanya, yo wiss emang mantep jon, uratnya terasa buanget. Sekarang waktunya bersih-bersih, mandi aaah…

Malam terakhir di lampung ga mau kita lewatkan begitu aja, mulai dari hunting oleh-oleh, duren, nongkrong di tempat tertinggi dlampung hingga terlihat lampung pada malam hari, wuiiih…..

Perut kenyang, oleh2 dapet, nyobain duren lumayan enak ….
serangkaian kata yang tidak mungkin terlupa,” Perjalanan yang asik, berkesan dan seru mungkin bisa mewakili, Cayo AMG

Oleh: Anday | Desember 16, 2009

Dibalik Kisah Seorang Papa..

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada
Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa..

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan….
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya….”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis….

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal… (,”)

Oleh: Anday | November 17, 2009

Nikah # Mimpi (3 habis)

Menikah adalah saat di mana
amal-amal mulai ditumbuhkan

Menikah adalah saat di mana
keadilan mulai ditegakkan

Menikah adalah saat dimana
optimistis adalah leksem baru dari sebuah kefuturan

Menikah Adalah saat di mana
kecemburuan adalah rona pelangi pada awan

Menikah adalah saat di mana
kesendirian menutup epik kehidupan

Menikah Adalah saat di mana
syahadat menjadi saksi utama penerimaan

Menikah adalah saat di mana
aktivitas dibangun atas dasar ketaatan

Menikah adalah saat di mana
perbedaan ciptakan kemesraan

Menikah adalah saat di mana
istana tahajud dibangun pada pucuk-pucuk malam

Menikah adalah saat di mana
belaian bak kumbang yang
teteskan madu-madu kehidupan

Menikah adalah saat di mana
kecupan bak mentari yang
segarkan dedaunan dari kemarau panjang

Menikah adalah saat di mana
goresan bayang-bayang yang
kulukis pada mimpi-mimpi malam
berubah menjadi kenyataan

Oleh: Anday | November 9, 2009

Nikah # Mimpi (2)

Menikah adalah saat di mana
kemarau basah oleh sapaan air hujan

Menikah adalah saat di mana
hati yang membatu lapuk oleh kasih sayang

Menikah adalah sebuah pilihan
antara jalan Tuhan dan jalan setan

Menikah adalah sebuah pertimbangan
antara hidayah dan kesesatan

Menikah adalah saat di mana
suka dan duka saling datang

Menikah adalah saat di mana
tawa dan air mata saling berdendang

Menikah adalah saat di mana
ikan dan karang bersatu dalam lautan

Menikah adalah saat di mana
dua hati menyatu dalam ketauhidan

Menikah adalah saat di mana
syahwat tidak lagi bertebaran di jalan-jalan

Menikah adalah saat di mana
ketakwaan menjadi teluk perhentian

Menikah adalah saat di mana
kehangatan menyatu dalam pekatnya malam

Menikah adalah saat di mana
cinta pada Allah dan rasul-Nya dititipkan

Menikah adalah saat di mana
dua hati berganti peran pada kedewasaan

Menikah adalah saat di mana
dua jasad menambah kekuatan dakwah peradaban

Menikah adalah saat di mana
kecantikan adalah sebuah ujian

Menikah adalah saat di mana
kecerewetan diperindah oleh aksesori kesabaran

Menikah adalah saat di mana
bunga-bunga mulai menyemi pada alang

Menikah adalah saat di mana
bidadari-bidadari dunia turun di telaga-telaga kesejukan

Menikah adalah saat di mana
jundi-jundi kecil adalah cericit burung pada dahan-dahan

Menikah adalah saat di mana
pemahaman-pemahaman mulai disemikan

Oleh: Anday | Oktober 24, 2009

Nikah # Mimpi

Semiotika Pernikahan

Menikah adalah saat dimana

gerbang kesucian

mulai dibentangkan

Menikah adalah saat dimana

ketidaksempurnaan

bukan lagi masalah yang mesti diperdebatkan

Menikah adalah saat dimana

nyuci

nyemir

masang bohlam

nyambung kabel

nyiram kembang

nguras bak mandi

masak nasi

nyetrika

ngecat pagar

belanja kentang

ngganti popok

tak lagi bibi kerjakan

Menikah adalah saat dimana

akar

dirajut

dari benang-benang pemikiran

Menikah adalah saat dimana

syara

direngkuh

sebagai tolok ukur perbuatan

Menikah adalah saat dimana

ketulusan

diikatkan sebagai senyum kasih sayang

Menikah adalah saat dimana

kesendirian

dicampakkan

sebagai sebuah kebersamaan

Menikah adalah saat dimana

kegelisahan

beralih pada ketenangan

Menikah adalah saat dimana

kehinaan

beralih pada kemuliaan

Menikah adalah saat dimana

peluh

bergulir lanjutkan perjuangan

Menikah adalah saat dimana

kesetiaan

adalah harga mati yang tak bisa ditawar

Menikah adalah saat dimana

bunga-bunga

bersemi pada taman-taman

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.